Pengertian ekstrasi
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat
berdasarkan perbedaan keluaran terhadap dua cairan tidak saling larut yang
berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik. Berikut penyiapan bahan
yang akan diekstrak dari pelarut.
![]() |
| Pengertian Ekstrasi Ciri-Ciri Dan Macam-Macam Bentuk Ekstrasi |
Selektivitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diiginkan, bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi.
Dalam praktik, terutama pada ekstraksi bahan-bahan alami,
sering juga bahan lain (misalnya lemak, resin) ikut dibebaskan bersama-sama
dengan ekstrak yang diinginkan. Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang
diperoleh harus dibersihkan, yaitu misalnya diekstraksi lagi dengan menggunakan
pelarut kedua.
Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan
ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit).
Kemampuan tidak saling bercampur
Pada ekstraksi cair-cair, pelarut tidak boleh (atau hanya
secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi.
Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat berpedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini dimaksudkan agar kedua fase dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Jika beda kerapatannya kecil, seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal).Reaktivitas
Umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara
kimia pada komponen-komponen bahan ekstraksi. Sebaliknya, dalam hal-hal
tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam) untuk
mendapatkan selektivitas yang tinggi. Seringkali ekstraksi juga disertai dengan
reaksi kimia. Dalam hal ini bahkan yang akan dipisahkan mutlak harus berada
dalam bentuk larutan.
Titik didih
Oleh karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan
dengan cara penguapan, distilasi, atau rektifikasi, maka titik didih kedua
bahan tersebut tidak boleh terlalu dekat, dan keduanya tidak membentuk
ascotrop. Ditinjau dari segi ekonomi, akan menguntungkan jika pada proses
ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan
panas penguapan yang rendah).
Itulah penjelasan dari kami tentang apa yang dimaksud
Ekstraksi, semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat bagi anda.
macam-macam bentuk ekstrasi
Ekstraksi secara dingin
maserasi,
merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk
simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur kamar dan
terlindung dari cahaya.
Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang
mengandung komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak
mengandung benzoin, tiraks dan lilin (Sudjadi, 1988).
Keuntungan dari metode ini adalah peralatannya sederhana.
Sedang kerugiannya antara lain waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel
cukup lama, cairan penyari yang digunakan lebih banyak, tidak dapat digunakan
untuk bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin, tiraks dan
lilin.
Metode maserasi dapat dilakukan dengan modifikasi sebagai
berikut :
· Modifikasi maserasi melingkar
· Modifikasi maserasi digesti
· Modifikasi Maserasi Melingkar Bertingkat
· Modifikasi remaserasi
· Modifikasi dengan mesin pengaduk (Sudjadi, 1988).
Ekstraksi secara panas
Metode
refluks
Keuntungan dari metode ini adalah digunakan untuk
mengekstraksi sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan pemanasan
langsung..
Kerugiannya adalah membutuhkan volume total pelarut yang
besar dan sejumlah manipulasi dari operator (Sutriani,L . 2008).
Metode
destilasi uap
Destilasi uap adalah metode yang popular untuk ekstraksi
minyak-minyak menguap (esensial) dari sampel tanaman. Metode destilasi uap air
diperuntukkan untuk menyari simplisia yang mengandung minyak menguap atau
mengandung komponen kimia yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara
normal (Sutriani,L . 2008).
Pelarut yang baik untuk ekstraksi adalah pelarut yang
mempunyai daya melarutkanyang tinggi terhadap zat yang diekstraksi. Daya
melarutkan yang tinggi ini berhubungan dengan kepolaran pelarut dan kepolaran
senyawa yang diekstraksi. Terdapat kecenderungan kuat bagi senyawa polar larut
dalam pelarut polar dan sebaliknya (Sutriani,L . 2008).

Post a Comment