Contoh Proposal Skripsi Terlengkap
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang membutuhkan pengembangan
pikiran dalam berkomunikasi lisan dan tulisan, untuk mengungkap dan memahami
informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Area pelajaran utama dalam
pelajaran bahasa Arab meliputi empat keterampilan yaitu: mendengar, berbicara,
membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut haruslah seimbang demi
tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Arab, karena satu sama lain saling
mempengaruhi. Misalnya, keterampilan mendengarkan memberikan konstribusi
terhadap perkembangan kemampuan berbicara, dan sebaliknya pada gilirannya kedua
kemampuan tersebut akan diperkuat oleh kemampuan membaca. Keterampilan menulis memberikan konstribusi
pada keterampilan membaca dalam bentuk teks, begitu juga kemampuan mendengar,
berbicara dan membaca sangat berpengaruh pada keterampilan menulis.
Keterampilan membaca adalah salah satu keterampilan yang sangat
urgen di dalam pelajaran bahasa Arab. Di dalam keterampilan membaca ini, ada 2
aspek yang menjadi titik sentralnya, pertama, mengenal symbol-simbol
tertulis. Dan kedua, memahami isi tulisan (karangan). Yang dimaksud mengenal
simbol-simbol tertulis adalah siswa dikenalkan alfabet Arab terlebih
dahulu, sebab system penulisannya berbeda dengan alfabet latin. Sedangkan yang
dimaksud dengan memahami isi tulisan adalah memperkenalkan siswa
terhadap makna kata-kata baru dari bacaan tersebut. (Zulhannan, 2005:10). Adapun
kemampuan keterampilan membaca siswa dapat diketahui melalui indikator sebagai
berikut; (1) siswa mampu melafalkan huruf hijaiah dengan makhroj yang sesuai
dengan kaidah, (2) siswa mampu melafalkan kata, frase dan kalimat dengan baik
dan benar, (3) siswa mampu menjawab pertanyaan/latihan tentang makna kata dan
kalimat serta kandungan yang terdapat dalam teks tulis/qira’ah sederhana, dan (4)
siswa mampu menjelaskan gagasan yang terdapat dalam teks tulis sederhana.
Melalui observasi awal pada
kelas VII di MTs Darul Amanah Kalianda, ditemukan bahwa:
1.
Ada 81,48 %
(22 dari 27 siswa) mampu melafalkan huruf hijaiah, kata, kalimat dan wacana
tertulis dengan baik dan benar. Dan 18,52% (5 dari 27 siswa) berkemampuan
sedang. Ini artinya bahwa secara umum siswa telah menguasai kompetensi dasar
dalam keterampilan membaca yang pertama (mengenal symbol-simbol tertulis)
yaitu ditandai dengan telah terpenuhinya indikator; (1) melafalkan huruf
hijaiah dengan makhroj yang sesuai dengan kaidah, (2) melafalkan kata, frase
dan kalimat dengan baik dan benar.
2.
Ketika
dilakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan memahami isi tulisan arab, nilai
rata-rata kelas hanya 30,33. Ini berarti bahwa secara umum siswa belum
menguasai kompetensi dasar dalam keterampilan membaca yang kedua (memahami
isi tulisan) yaitu ditandai dengan belum terpenuhinya indikator; (1) menjawab
pertanyaan/latihan tentang makna kata dan kalimat serta kandungan yang terdapat
dalam teks tulis/qira’ah sederhana, (2) menjelaskan gagasan yang terdapat dalam
teks tulis sederhana.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa masalah mendasar yang ada di
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Amanah Kalianda, Lampung Selatan terutama kelas
VII terkait keterampilan membaca adalah rendahnya kemampuan siswa untuk
memahami wacana tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana pada mata
pelajaran bahasa Arab. Akibatnya secara langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh terhadap jenis keterampilan bahasa yang lain.
Berdasarkan observasi diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya
kemampuan keterampilan membaca siswa adalah (1) siswa cenderung meremehkan dan tidak
menganggap penting pelajaran bahasa Arab, (2) siswa tidak terbiasa membaca
tulisan atau bacaan dalam bahasa Arab, dan (3) kurangnya penggunaan metode atau
media yang sesuai dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan metode al-Qira’ah
untuk mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Karena metode ini memiliki
beberapa kelebihan, diantaranya; (1) dapat menambah kemampuan siswa di dalam
membaca teks-teks bahasa yang dipelajari (bahasa Arab). Maksudnya siswa yang
sudah memiliki basis membaca, dengan menggunakan metode ini akan lebih lancar
dan memadai, (2) metode ini memberikan kesempatan yang besar terhadap siswa
untuk meningkatkan kemampuannya ketingkat yang lebih tinggi. Walaupun metode
ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya; (1) keberhasilan metode ini
sangat tergantung kepada ada tidaknya buku bacaan dan (2) metode ini kurang
tepat diterapkan sepenuhnya terhadap siswa yang tidak memiliki basis membaca tulisan
Arab (Zulhannan, 2005:10). Kedua titik lemah dari metode ini telah terjawab dengan
(1) pihak madrasah yang telah menyediakan buku paket bahasa Arab untuk para
siswa dan (2) manyoritas siswa kelas VII telah menguasai kompetensi dasar dalam
keterampilan membaca yang pertama (mengenal symbol-simbol tertulis).
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pengamatan dari latar belakang
masalah, maka dapat dirumuskan suatu masalah, yakni: “Apakah penerapan metode
al-Qira’ah dapat meningkatkan keterampilan membaca pada pelajaran bahasa
Arab siswa kelas VII semester genap di MTs Darul Amanah Kalianda, Lampung
Selatan”.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode
al-Qira’ah dapat meningkatkan keterampilan membaca
pada pelajaran bahasa Arab siswa kelas VII semester genap di MTs Darul Amanah
Kalianda, Lampung Selatan.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi peneliti
Menambah keyakinan bahwa
metode ini dapat diaplikasikan di kelas dan memperoleh pengalaman dalam
mengerjakan dan menyusun tulisan dalam bentuk karya ilmiah.
2. Bagi Siswa
Meningkatkan kemampuan dalam
memahami wacana tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana pada mata
pelajaran bahasa Arab, sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa.
3. Bagi Sekolah
Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) sangat diperlukan oleh guru dalam memperbaiki
kekurangan-kekurangan serta hal-hal yang menjadi masalah dalam pembelajaran.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan sekolah akan memperbaiki
kekurangan-kekurangan tersebut serta dapat memecahkan masalah yang terjadi di dalam
pembalajaan.
1.5. Batasan Masalah
Agar tidak terjadi salah penafsiran dalam menanggapi permasalahan
maka penelitian ini dibatasi dengan ruang ligkup sebagai berikut:
1.
Membaca
pada pelajaran bahasa Arab adalah salah satu keterampilan yang terdapat dalam
mata pelajaran bahasa Arab (yang terdiri dari keterampilan mendengar,
berbicara, membaca, dan menulis).
2. Membaca pada
pelajaran bahasa Arab yang dimaksud pada penelitian ini adalah keterampilan membaca yang kedua (memahami isi tulisan).
3. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode al-Qira’ah, yaitu metode yang dipakai
dalam pembelajaran dan melatih keterampilan membaca tulisan Arab.
BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1. Kajian Teori
2.1.1. Metode al-Qira’ah
Metode (Ath-Thariqah) secara
etimologis adalah jalan, cara, sistem, madzhab, aliran, haluan, keadaan,
tiang tempat berteduh, orang mulia, goresan (garis pada sesuatu). Sedangkan
pengertian metode (Ath-Thariqah) secara terminologi adalah teknik guru
dalam menyajikan materi pelajaran ketika terjadi proses pembelajaran.
(Zulhannan, 2005:14). Menurut kamus besar bahasa Indonesia metode adalah cara
kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai
tujuan yang ditentukan. Kendati demikian tidak ada metode yang paling baik dan
ideal di dalam pembelajaran bahasa sebagaimana juga tidak ada satu metode yang
dapat digunakan dan cocok untuk semua situasi dan kondisi pembelajaran bahasa.
Metode al-Qira’ah diajarkan bagi
sekolah-sekolah yang bertujuan mengajarkan dan melatih keterampilan membaca
dalam bahasa asing. Yang mana tujuan pembelajaran bahasa Arab hendaknya dapat
ditargetkan dan dapat direalisasikan dalam waktu yang tersedia, seperti
mentargetkan keterampilan membaca yang harus dicapai dalam jangka waktu
tertentu. Tujuan prioritas metode ini adalah agar siswa mahir membaca teks-teks
yang berbahasa Arab secara maksimal dan memadai. Selain itu, sebagaimana metode
yang lain, metode al-Qira’ah pun tidak lupun dari kelemahan, disamping memiliki
keistimewaan tersendiri.
a. Keistimewaan dan kelemahan
metode al-Qira’ah
1. Keistimewaan metode
al-Qira’ah
-
Metode ini dapat menambah kemampuan siswa di dalam
membaca teks-teks bahasa yang dipelajari (bahasa Arab). Maksudnya siswa yang
sudah memiliki basis membaca, dengan menggunakan metode ini akan lebih lancar
dan memadai.
-
Metode ini memberikan kesempatan yang besar
terhadap siswa untuk meningkatkan kemampuannya ketingkat yang lebih tinggi,
sekaligus memungkinkan mereka untuk mempelajari teks bacaan yang tingkat
kesulitannya berbeda.
2. Kelemahan metode
al-Qira’ah
-
Keberhasilan metode ini sangat bergantung kepada
ada tidaknya buku bacaan.
-
Metode ini kurang tepat diterapkan terhadap siswa yang
tidak memiliki basis membaca tulisan Arab.
b. Efektifitas aplikasi
metode al-Qira’ah
1. Siswa dilatih
mengucapkan sistem bunyi bahasa secara intensif dan dilatih untuk membiasakan
mendengar kalimat-kalimat sederhana serta mengucapkannya. Kebiasaan mendengar
dimaksudkan untuk membantu siswa lancar membaca teks.
2. Membaca teks.
Teks-teks yang dipakai di dalam mengajarkan bahasa asing (Arab) melalui metode
ini, bisa diambil dari buku-buku tertentu tanpa harus memperhatikan
gradatifitas (tingkat kesulitan) kosa kata dan pola kalimat. Hal ini dimulai
oleh guru dengan membacakan teks yang diajarkan secara baik dan benar, kemudian
siswa diperintahkan untuk mendengarkan dan menirukan bacaan guru baik kolektif
maupun perindividu.
3. Pemahaman arti kata.
Guru menunjuk beberapa kata yang dianggap baru dalam teks, kemudian menerangkan
artinya atau memerintahkan siswa untuk menanyakan arti kata tersebut dalam teks
yang belum difahami. Biasanya kosa kata/mufradat baru tersebut ditulis di
bawah, sebelum atau di atas teks.
4. Tamrinat/Latihan, hal
ini diberikan dengan cara:
-
siswa diperintahkan membaca teks dengan suara
keras sambil memperhatikan artinya
-
memberikan soal-soal kandungan teks yang
diajarkan.
2.1.2. Keterampilan Membaca
Dalam kamus bahasa Arab, membaca berasal
dari kata قَرَأَ (Qoro’a) yang berarti membaca,
menelaah, mempelajari, mengumpulkan, dan menyampaikan. Zulhannan (2005:10)
menerangkan bahwa membaca adalah suatu aktivitas yang dapat membina kepribadian
seseorang disamping memberikan motivasi tersendiri. Sedangkan membaca menurut
standar kompetensi kelulusan adalah memahami berbagai nuansa makna yang dijumpai dalam berbagai teks tertulis
dengan variasi tujuan komunikasi struktur kalimat dan ciri-ciri bahasanya
(Depag, 2006:4).
Jadi, membaca dapat diartikan sebagai suatu
aktivitas mengumpulkan, mempelajari, serta menganalisis berbagai nuansa makna
dari berrbagai teks tertulis yang diharapkan dapat meberikan pengaruh positif
diri sendiri dan orang lain. Zulhannan (2005:10) menyatakan, dua aspek yang menjadi titik
sentral dalam keterampilan membaca. Pertama, mengenal simbol-simbol
tertulis, yaitu siswa dikenalkan simbol-simbol alfabet Arab terlebih dahulu,
sebab penilisannya berbeda dengan alfbet lain. Kedua, memahami isi
tulisan, yaitu memperkenalkan terhadap siswa kata-kata baru dari bacaan
tersebut dengan memberikan syakal bagi pemula.
2.2.
Kerangka Pemikiran
Berdasarkan penjelasan masalah dan landasan teori
yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan bahwa apabila guru menerapkan metode
Qira’ah dalam penyampaian pembelajaran bahasa Arab, maka keterampilan
membaca siswa akan meningkat.
2.3.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka
pemikiran, maka dapat dikemukakan hipotesis tindakan penelitian ini adalah
penerapan metode Qira’ah akan meningkatkan keterampilan membaca siswa
pada pelajaran bahasa Arab kelas VII semester genap di MTs Darul Amanah
Kalianda, Lampung Selatan tahun pelajaran 2010/2011.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu
Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah MTs Darul
Amanah Kalianda, Lampung Selatan. Penelitian ini direncanakan akan berlangsung
pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011, dimulai pada pertengahan bulan
Maret 2011 dan dilaksanakan 3 siklus. Lama penelitian ini adalah 6 minggu
dengan 2 kali pertemuan per minggu dan 2 jam pelajaran per pertemuan, jadi ada 12
kali pertemuan atau 24 jam pelajaran.
3.2. Objek Penelitian
Metode penelitian yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK. Pelaksanaan tindakan
terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pemberian tindakan, observasi, dan
refleksi. Penelitian ini menggunakan PTK agar teori-teori yang telah ditemukan
para peneliti dapat diterapkan guru yang diharapkan akan meningkatkan mutu
pendidikan dan pofesionalisme guru.
Objek penelitian ini adalah siswa kelas VII
semester genap MTs Darul Amanah Kalianda, Lampung Selatan tahun pelajaran
2010/2011. Pemilihan objek ini karena berdasarkan hasil observasi yang
ditemukan di lapangan bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan dalam memahami
teks-teks arab.
3.3. Langkah-langkah
Penelitian
Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat
dalam gambar 1 berikut:
Gambar 1 Bagan pelaksanaan penelitian
Secara lebih rinci prosedur penelitian ini untuk
setiap siklus dapat dijabarkan sebagai berikut:
3.3.1. Tahap Perencanaan
Langkah-langkah
yang akan ditempuh dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
1.
Menyusun perangkat
pembelajaran yang terdiri dari program tahunan, program semester, Silabus dan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2.
Membuat instrumen evaluasi untuk penilaian hasil
pembelajaran.
3.3.2. Tahap Pelaksanaan
Tindakan
Kegiatan
yang dilaksankan pada tahap ini adalah proses pengelolaan pembelajaran di kelas
dengan metode Qira’ah. Secara umum gambaran dari pelaksanaan metode ini adalah
sebagai berikut;
1. Siswa dilatih
mengucapkan sistem bunyi bahasa secara intensif dan dilatih untuk membiasakan
mendengar kalimat-kalimat sederhana serta mengucapkannya.
2. Membaca teks.
Teks-teks yang dipakai di dalam mengajarkan bahasa Arab melalui metode ini,
diambil dari buku paket yang ada pada siswa. Hal ini dimulai oleh guru dengan
membacakan teks yang ada secara baik dan benar, kemudian siswa diperintahkan
untuk mendengarkan dan menirukan bacaan guru baik kolektif maupun perindividu.
3. Pemahaman arti kata.
Guru menunjuk beberapa kata yang dianggap baru dalam teks, kemudian menerangkan
artinya atau memerintahkan siswa untuk menanyakan arti kata tersebut dalam teks
yang belum difahami.
4. Tamrinat/Latihan, hal
ini diberikan dengan cara:
-
siswa diperintahkan membaca teks dengan suara
keras sambil memperhatikan artinya
-
memberikan soal-soal kandungan teks yang
diajarkan.
3.3.3.
Tahap Observasi
Observasi/pengamatan dilakukan sebagai
sarana melihat tingkat keberhasilan dan ketercapaian tujuan pembelajaran yang
telah direncanakan serta berbagai masalah yang dihadapi selama penelitian yang
selanjutnya akan disempurnakan pada tahap refleksi. Data kemampuan keterampilan
siswa diperoleh melalui pemberian tes /evaluasi keterampilan membaca siswa yang
telah disiapkan oleh peneliti pada setiap akhir siklus.
3.3.4.
Tahap Refleksi
Setelah tahap tindakan dan observasi
dilaksanakan, maka hasil yang diperoleh pada tahap observasi di setiap siklus
dikumpulkan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes/evaluasi
keterampilan membaca siswa pada setiap akhir siklus. Hasil dari analisis ini
selanjutnya sebagai acuan untuk merencanakan tindakan pada siklus selanjutnya.
3.4. Data dan Metode pengumpulan Data
Data hasil belajar siswa diperoleh
melalui pemberian tes pada akhir setiap siklus penelitian yang berfungsi untuk
mengetahui kemapuan siswa dan tingkat keberhasilan penggunaan metode Qira’ah.
Instrumen yang digunakan adalah soal-soal evaluasi penguasaan materi yang
terdapat pada setiap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Proses pengumpulan data ini
didokumentasikan dalam lembar hasil belajar yang terdapat dalam tabel 1 yang
selanjutnya akan dianalisis dan dijadikan sebagai indikator perubahan pada
penerapan metode Qira’ah.
Tabel 1 Hasil Evaluasi Pembelajaran
No
|
Nama Siswa
|
Pretest
|
Postes I
|
Postest II
|
Postest....
|
1
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
|
Nilai Rata-rata kls
|
|
|
|
|
3.5. Teknik Analisis
Data
Pengolahan data hasil belajar siswa yang diperoleh dari
hasil tes evaluasi dilakukan dengan mencari nilai rata-rata kelas yang didapat
oleh siswa dan prosentase perubahan yang terjadi pada setiap siklusnya. Data
ini secara garis besar akan dapat menggambarkan perubahan yang ditimbulakan
oleh penerapan metode Qira’ah pada kemampuan keterampilan membaca mata
pelajaran bahasa Arab.
Penghitungan nilai hasil belajar siswa pada setiap
siklusnya dilakukan dengan menggunakan rumus:
Keterangan :
NR : Nilai
Rata-Rata
JNS : Jumlah
Nilai Siswa
JS : Jumlah
Siswa
Sedangkan prosentase perubahan hasil belajar siswa setiap
siklus dapat diketahui menggunakan rumus:
Prosentase Perubahan :
Keterangan :
RSn :
Nilai Rata-Rata Siklus ke-n
RSx :
Nilai rata-rata siklus sebelum siklus ke-n
* Apabila hasil
bernilai negatif maka terjadi penurunan nilai rata-rata
Apabila hasil
bernilai positif maka terjadi kenaikan nilai rata-rata
3.6. Indikator Kinerja
Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah adanya
perubahan keterampilan membaca siswa pada setiap siklusnya.
DAFTAR PUSTAKA
Anggoro,
Toha. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008
Arikunto,
Suharsimi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2009
Departemen
Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
Pustaka, 1990
Munawwir,
AW. Kamus Lengkap Bahasa Arab–Indonesia, Indonesia-Arab, Jogjakarta:1997
Muslich,
Masnur. Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action Reserch) Pedoman
Praktis bagi Guru dan Profesional. Jakarta: Bumi Aksara, 2009
TIM LPPM. Panduan
Penyusunan Skripsi STIT Darul Fattah. Bandar Lampung, 2010
Wardani,
Igak. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008
Zulhannan.
Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab (Kajian Teoritis dan Praktis).
Bandar Lampung: Fakta Pres. 2005
Post a Comment